Bekerja jangan keenakan ya!

Pernahkah mendengar istilah fibrilasi atrial? Mungkin sangat asing terdengar di telinga anda bukan?

Jadi, fibrilasi atrial atau dapat kita artikan sebagai salah satu gangguan irama jantung karena adanya gangguan hantaran listrik pada jantung yang mengontrol irama denyut jantung normal, sehingga hal ini dapat mengakibatkan perubahan irama denyut jantung. Perubahan irama denyut jantung ini pada akhirnya dapat menyebabkan penderitanya merasa berdebar-debar serta mungkin merasa sesak di dada, penglihatan terganggu, merasa lelah, dan sakit kepala.

Faktor psikologis atau stressosial menjadi salah satu pemicu fibrilasi atrial. Stres sosial karena jam kerja yang berlebihan yang merupakan kebiasaan karyawan di perkantoran. Apabila tidak dideteksi secara dini dapat meningkatkan resiko stroke 5 kali lebih tinggi.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pekerja yang memiliki jam kerja terlalu lama setiap minggunya lebih berisiko menderita gangguan irama jantung atau fibrilasi atrial. Hal ini terjadi pada karyawan yang umumnya bekerja lebih dari 55 jam per minggu (misalnya 11 jam selama 5 hari kerja setiap minggunya) dibandingkan dengan pekerja yang memiliki jam kerja normal, yakni 41-48 jam per minggu. Bekerja dengan jumlah jam kerja lebih dari 55 jam per minggu beresiko stroke 30 % lebih tinggi. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan kebiasaan hidup dari para karyawan itu sendiri.

Dalam hal ini, karyawan yang menghabiskan waktu lebih banyak di tempat kerja atau punya tekanan besar dari kantor umumnya memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya suka merokok, tidak memerhatikan asupan gizi atau sembarangan, makan terlalu banyak yang manis – manis, minum minuman beralkohol secara berlebihan, serta jarang berolahraga dan ditambah rutinitas duduk terlalu lama di kantor tanpa beristirahat.

Hal-hal tersebutlah yang akhirnya bisa menjadi pemicu terjadinya kelainan jantung dan berbagai penyakit serius lainnya. Maka, penting bagi setiap orang untuk menyeimbangkan jam kerja dengan aktivitas lain yang tak kalah produktif. Usahakan setiap 20 menit beristirahat dengan melalukan pereganggan tubuh secara terbatas saja, mulai dari pereganggan kepala, tangan dan kaki.

Sumber:

https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/research-were-watching-working-overtime-may-raise-stroke-risk

Author: Made Satya Nugraha Gautama

Content writer & Design Illustrator @Carenusa.com Saat ini sedang menjalani studi keperawatan di Universitas Gadjah.