Hindari makan dan minum seenaknya, stroke mengintai!

Makan dan minum merupakan kebutuhan fisiologis manusia yang wajib dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini pada dasarnya untuk menambah energi pada tubuh sehingga bisa melaksanakan rutinitas tiap hari. Namun, ada juga yang hanya mencoba memenuhi hasrat lidah karena tergiur dengan kelezatan makanan maupun minuman. Hal ini tentu menjadi celah bagi berbagai penyakit mengintai kesehatan anda, salah satunya adalah stroke.

Penyakit stroke adalah salah satu penyakit komplikasi dari diabetes yang memang menjadi momok yang menakutkan bagi tiap orang karena penyakit ini dianggap tidak bisa disembuhkan, pengobatannya yang mahal, hingga penyebab kematian mendadak.Padahal penyakit stroke bisa diantisipasi sejak dini mulai dari gaya hidup anda termasuk makanan dan minuman favorit anda yang patut diwaspadai.

Lalu, apa saja makanan yang perlu anda kurangi atau berhenti dikonsumsi?
  1. Makanan dan minuman manis

Siapa yang tidak suka yang manis-manis, dari yang manis dipandang sampai yang manis dicicipi di lidah pasti memberikan kesan yang nikmat. Namun, jika makanan dan minuman manis dan banyak gula seperti teh manis, ice cream, kue, cokelat, es kepal milo, minuman bersoda dan lain sebagainya, jika dikonsumsi tidak wajar (berlebihan) pasti berdampak buruk pada kesehatan anda. Asupan gula harian kita yang direkomendasikan WHO (World Health Organization) pada tahun 2015 adalah 250 gram atau setara 2 sendok makan.

Kelebihan konsumsi gula akan menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah dalam tubuh anda yang memicu penyumbatan pembuluh darah, saraf dan jaringan dalam organ vital tubuh seperti ginjal, jantung dan otak. Otak yang menjadi pusat saraf pada tubuh kita jika sudah ada penyempitan pada pembuluh darah hingga timbul sumbatan maka akan menjadi stroke iskemik. Jika sudah sampai ada kebocoran (stroke hemoragik), resiko kematian akan semakin tinggi.

  1. Daging merah

Banyak penelitian yang mengaitkan daging merah beresiko meningkatkan penyakit stroke. Daging merah (daging sapi, kambing, dan babi). Mengapa demikian? Daging merah memang memiliki kandungan protein hewani tinggi yang baik untuk tubuh.

Di satu sisi kandungan lemak jenuh yang terdapat pada daging merah berdampak negatif jika dikonsumsi melebihi 170 gram per hari (Rekomendasi American Heart Association) karena akan menimbulkan plak protein pada pembuluh darah, berakibat meningkatkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebaiknya, ganti asupan protein hewani anda dengan konsumsi daging ayam atau kalau mau lebih sehat cukup dengan tahu, tempe dan kacang-kacangan saja.

  1. Gorengan

Dibalik kegurihan makan gorengan, ada kandungan lemak jahat yang mengintai anda. Lemak jahat atau lemak trans sintetis ini memang memberikan rasa, dan tekstur yang baik pada makanan. Tetapi, lemak trans ini memiliki sifat yang negatif karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL) yang pastinya meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Apalagi, banyak outlet/warung makanan yang menggunakan minyak goreng dengan kandungan lemak trans tinggi karena murah, mudah digunakan dan dapat dipanaskan berulang kali. Kalau seperti ini, apakah anda tetap mengkonsumsi gorengan setiap hari? Ada baiknya, sebelum anda membeli minyak goreng atau margarin, pastikan mengecek komposisi nutrisi nya dengan memilih yang ada “0 gram lemak trans” pada tabel komposisi.

  1. Makanan cepat saji dan berkaleng

Makanan cepat saji dan berkaleng menjadi solusi cepat orang – orang yang penuh kesibukan menjadi konsumsi harian mereka. Tidak dipungkiri juga banyak anak-anak menjadi penggemar makanan tersebut karena kurangnya kesadaran orang tua akan dampak jika dikonsumsi terus-menerus. Makanan kaleng dan cepat saji umumnya mengandung kadar sodium dan garam tinggi. Kadar garam yang tinggi menyebabkan cairan tertahan di dalam pembuluh darah sehingga tekanan darah pun lebih tinggi. Konsumsi berlebihan dua zat ini dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Namun, bila Anda ingin tetap mengonsumsi makanan dengan kandungan sodium dan garam maksimal adalah 6 gram per hari atau setara 1 sendok teh.

Jadi, tidak masalah anda memuaskan hasrat lidah untuk mengonsumsi makanan diatas asalkan sudah tahu batas dan takaran yang tepat per harinya yang pastinya harus diimbangi dengan minum air putih yang cukup (8 gelas per hari), aktivitas fisik minimal 30 menit per hari  dan menghindari stress. Apabila sudah diingat dan dilaksanakan, niscaya kesehatan akan selalu menyertai anda.

Referensi:

https://www.health.harvard.edu/womens-health/8-things-you-can-do-to-prevent-a-stroke

Author: Made Satya Nugraha Gautama

Content writer & Design Illustrator @Carenusa.com Saat ini sedang menjalani studi keperawatan di Universitas Gadjah.