Mirror Therapy menjadi terapi murah dan sederhana

Carenusa.com – Setiap tahun terdapat sekitar 15 juta orang dunia terkena stroke, yang menempatkan stroke sebagai penyebab kecacatan tertinggi di rumah dan masyarakat.

Kecacatan yang paling sering ditemui pada pasien pasca stroke adalah kesulitan dalam menggunakan tangan dan kaki mereka untuk beraktivitas sehari-hari sehingga pasien membutuhkan terapi aktivitas fisik untuk melatih anggota geraknya.

Taukah anda cermin di kamar anda dapat dijadikan alat yang berguna untuk melatih pasien pasca stroke? Ya, pada artikel akan membahas mirror therapy sebagai salah satu terapi komplementer pasien pasca stroke.

Mirror Therapy merupakan terapi yang sederhana dan hemat biaya yang memanfaatkan cermin sebagai media terapi dengan merefleksikan bagian tubuh sebagian ke cermin. Banyak penelitian yang membuktikan jika cermin yang digunakan untuk terapi pasien pasca stroke potensial untuk meningkatkan fungsi kerja anggota gerak mereka. Selama rehabilitasi ini, cermin yang permukaan rata dan simetris ditempatkan tepat di sebelah tangan atau kaki yang lebih aktif untuk digerakkan, kemudian bisa diinstruksikan untuk menempatkan tangan yang lebih lemah sejajar tangan sebelahnya atau tepat dibelakang cermin.

Pandangan pasien ke cermin yang merefleksikan tangan/kaki sebelahnya akan menstimulus area sensorik, yang mana otak secara tidak langsung menginstruksikan area sensorik untuk merangsang tangan seolah-olah dapat digerakkan sehingga dapat memperbaiki fungsinya secara bertahap.Selain meningkatkan fungsi motorik, dapat juga melatih keseimbangan berjalan, mengurangi nyeri pasien dan latihan selama kurang dari 4 minggu dapat meningkatkan activity daily living (ADL) pasien.

Terapi ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dikombinasikan dengan terapi konvensional lainnya, seperti ROM (Range of Motion) dan permainan flashcard. ROM diintervensikan pada pasien saat melatih pasien didepan cermin menggerakan tangan/kakinya.

Sementara itu, permainan flashcard (kartu gambar) diterapkan sebelum mirror therapy, dimana maksud dari permainan ini adalah meminta pasien untuk memikirkan salah satu gerakkan atau gaya tangan yang sesuai pada gambar (contoh: mengambil gelas atau menggenggam). Kemudian, minta pasien untuk menerapkan gaya yang sudah dipikirkan didepan cermin.

Sumber:

Yang, Y., Zhao, Q., Zhang, Y., Wu, Q., Jiang, X., & Cheng, G. (2018). Effect of Mirror Therapy on Recovery of Stroke Survivors: A Systematic Review and Network Meta-analysis. Neuroscience.

Broderick, P., Horgan, F., Blake, C., Ehrensberger, M., Simpson, D., & Monaghan, K. (2018). Mirror therapy for improving lower limb motor function and mobility after stroke: A systematic review and meta-analysis. Gait & posture.

Author: Made Satya Nugraha Gautama

Content writer & Design Illustrator @Carenusa.com Saat ini sedang menjalani studi keperawatan di Universitas Gadjah.