Kenali Posisi Tidur yang Nyaman untuk Klien Stroke

Kenali Posisi Tidur yang Nyaman untuk Klien Stroke

Kenali Posisi Tidur yang Nyaman untuk Klien Stroke

Carenusa.com – Saat kita hendak tidur atau bersantai di tempat tidur, pastinya kita mencoba memposisikan badan, kepala dan kaki pada posisi yang paling nyaman. Begitu juga pada klien stroke, posisi tidur wajib diperhatikan karena keadaan klien yang immobility (tidak bisa bergerak bebas) dan ketergantungan pada orang lain membutuhkan perubahan posisi dan postur tidur tiap 2 jam sekali.

Banyak keluarga yang mengabaikan hal ini, sehingga tidak sedikit menimbulkan berbagai macam gangguan seperti kontraktur (kekakuan pada sendi dan otot), hemiplegia (kelumpuhan bagian wajah, tangan atau kaki), hemiparesis (kelemahan bagian tubuh), hipoksia (kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh), kesulitan menelan makanan, dan ulkus dekubitus (luka kulit akibat tertekan terlalu lama). Oleh sebab itu, kenali posisi tidur klien stroke berikut ini beserta gerakan-gerakan anggota badan yang bisa dilakukan;

1. Posisi Supinasi

Posisi supinasi dapat memperlancar perfusi cerebral dengan memposisikan kepala setinggi 30 derajat menggunakan bantal kepala, kaki diluruskan dan posisi tangan berada di samping badan (gunakan bantal jika diperlukan). Lakukan pergerakan pada tangan klien meliputi:

  • Rotasi dan abduksi lengan dan kaki klien (menaikan, menurunkan, dan menggerakan kesamping)
  • Abduksi pergelangan tangan dan jempol
  • Ekstensi dan fleksi pergelangan kaki (menggerakan kedepan dan menekan kebelakang).

Untuk posisi ini tidak disarankan kepada keluarga atau terapis jika ingin memberikan asupan makanan ke klien karena tidak aman dan dapat menyebabkan resiko aspirasi!

2. Posisi Side Lying

Posisi side lying atau berbaring ke samping dianjurkan untuk klien stroke yang ingin beristirahat dibanding posisi supinasi. Perhatikan bagian tubuh yang mengalami kelemahan, jangan sampai ditindih atau ditekan terlalu lama.

Gunakan bantal kepala pada bagian tangan yang mengalami kelemahan, letakkan di atas badan dan di antara kaki guna menhindari adanya tekanan dan gesekan antar kulit. Gerakan tangan dan kaki yang dianjurkan (Range of Motion) seperti; ekstensi (menaikkan) lengan, gerakan menekuk dan meluruskan siku tangan (fleksi) dan menggerakan jari-jari tangan.

3. Posisi Semi Fowler

Posisi ini dianjurkan kepada keluarga maupun terapis jika akan memberikan asupan makan atau minum ke klien. Posisikan kepala dan badan setinggi 45 derajat, gunakan bantal kepala dan tangan diletakkan di samping badan dengan menggunakan bantal kepala juga. Posisi ini berfungsi mengurangi perfusi jaringan dan kemungkinan resiko aspirasi serta memudahkan pasien untuk bisa berinteraksi.

Sumber:

Bhalla, A., & Birns, J. (Eds.). (2015). Management of Post-Stroke Complications. Springer International Publishing.

Author: Made Satya Nugraha Gautama

Content writer & Design Illustrator @Carenusa.com Saat ini sedang menjalani studi keperawatan di Universitas Gadjah.